Teori Kreativitas

Latar  Belakang :

Blog ini dibuat untuk memenuhi tugas soft skill pengembangan kreativitas dan keberbakatan.

Teori Kreativitas :

Afifa (2007) mengemukakan bahwa Akses terhadap bidang (Acces to a field) dapat dilakukan dengan cara memberikan pengakuan terhadap kreativitas seseorang yang sedang berkarya di bidangnya, membina hubungan baik dengan para pakar dan orang yang relevan di bidangnya, membantu individu yang menunjukkan minat dan bakat kreatifnya di bidang seni, membina hubungan dengan lembaga-lembaga terkait melalui program-programnya.

Teori yang melandasi pengembangan kreativitas dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu (Basuki, 2010) :

vTeori Psikoanalisis

Pribadi yang kretif dipandang sebagai seorang yang pernah mengalami traumatis, yang dapat memunculkan gagasangagasan yang disadari dan tidak disadari, serta bercampur menjadi satu antara pemecahan inovatif dan trauma.

Teori ini terdiri dari:

§Teori Freud

Freud menjelaskan proses kretif dari mekanisme pertahanan (defence mechanism). Freud percaya bahwa meskipun kebanyakan mekanisme pertahanan menghambat tindakan kreatif, mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab utama kreativitas karena kebutuhan seksual tidak dapat dipenuhi, maka terjadi sublimasi dan merupakan awal imajinasi.

Macam mekanisme pertahanan:

oRepresi Regresi

oKonpensasi Proyeksi

oSublimasi Pembentukan reaksi

oRasionalisasi Pemindahan

oIdentifikasi Kompartementalisasi

oIntrojeksi

§Teori Ernst Kris

Ernst Kris (dalam Basuki, 2010) menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi muncul seiring memunculkan tindakan kreatif. Orang yang kreatif menurut teori ini adalah mereka yang paling mampu memanggil pikiran tidak sadar. Seorang yang kreatif tidak mengalami hambatan dalam pemikirannya. Mereka dapat menghadapi masalamasalah serius yang dihadapi dalam kehidupannya dengan cara yang segar dan inovatif, melakukan regresi demi bertahannya ego (Regression in The Survive of The Ego).

§Teori Carl Jung

Carl Jung (dalam Basuki, 2010) percaya bahwa alam ketidaksadaran (ketidaksadaran kolektif) memainkan peranan yang amat penting dalam pemunculan kreativitas tingkat tinggi. Dari ketidaksadaran kolektif ini timbil penemuan, teori, seni dan karyakarya baru lainnya.

vTeori Humanistik

Teori Humanistik melihat kreativitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis pada tingkat tinggi.

Teori Humanistik meliputi:

§Teori Maslow

Abraham Maslow (dalam Basuki, 2010) berpendapat bahwa manusia mempunyai nalurinaluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan yaitu kebutuhan fisik atau biologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa dimiliki (sense of belonging) dan cinta, kebutuhan akan penghagaan dan harga diri, kebutuhan aktualisasi atau perwujudan diri, Kebutuhan estetik. Kebutuhankebutuhan tersebut mempunyai urutan hierarki. Keempat Kebutuhan pertama disebut kebutuhan “deficiency”. Kedua Kebutuhan berikutnya (aktualisasi diri dan estetik atau transendentasi) disebut kebutuhan “being”. Proses perwujudan diri berkait erat dengan kreativitas. Bila bebas dari neurosis, orang yang mewujudkan dirinya mampu memusatkan dirinya pada yang hakiki.

§Teori Rogers

Carl Rogers (dalam Basuki, 2010) tiga kondisi internal dari pribadi yang kreatif yakni keterbukaan terhadap pengalaman, kemampuan untuk menilai situasi patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation), kemampuan untuk bereksperimen. Ketiga ciri atau kondisi tersebut merupakan dorongan dari dalam (internal press) untuk berkreasi.

vTeori Cziksentmihalyi

Ciri tumbuhnya kreativitas pada individu yakni Predisposisi genetis (genetic predisposition), mempunyai minat pada usia dini pada ranah tertentu sehingga mencapai kemahiran dan keunggulan kreativitas; mempunyai akses terhadap suatu bidang dengan Adanya sarana dan prasarana serta adanya Pembina atau mentor dalam bidang yang diminati sangat membantu pengembangan bakat; Access to a field (Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman sejawat, tokohtokoh penting dalam bidang yang digeluti, memperoleh informasi yang terakhir, mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan pakarpakar dalam bidang yang diminati sangat penting untuk mendapatkan pengakuan, penghargaan dari orangorang penting).

vTeori pendorong

Ditinjau dari aspek pendorong kreativitas dalam perwujudannya memerlukan dorongan internal maupun eksternal dari lingkungan (www.labschool-unj.sch.id/smpjkt/materi_download. php?id=7). Kreativitas dapat terwujud dengan adanya dorongan dari diri individu (intrinsic) dan lingkungan (ekstrinsik).

Munandar (2002) menyatakan, pada pribadi yang kreatif, jika memiliki kondisi pribadi dan lingkungan yang menunjang seperti lingkungan yang memberikan kesempatan kepada individu untuk menyibukkan diri secara kreatif, maka akan dapat diprediksikan bahwa produk kreatifitasnya akan muncul.

Cropley (dalam Munandar, 2002) meneliti tentang hubungan antara tahap proses kreatif Wallas dan produk yang akan dicapai, dari penelitian tersebut didapatkan hasil perilaku kreatif memerlukan kombinasi antara ciri-ciri psikologi yang berinteraksi.

oInternal

Menurut Rogers (dalam Munandar, 2002) faktor internal yang dapat membuat individu kreatif adalah adanya keterbukaan terhadap pengalaman, kemampuan untuk menilai situasi patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation), kemampuan untuk bereksperimen. Ketiga ciri atau kondisi tersebut merupakan dorongan dari dalam (internal press) untuk berkreasi.

oEksternal

Rogers (dalam Munandar, 2002) mengatakan bahwa psikoterapi dapat menciptakan kondisi dimana individu merasa aman dan bebas psikologinya, hal ini memungkinkan timbulnya kreativitas yang konstruktif.

§Keamanan psikologis

Dapat dibentuk dengan cara :

·Menerima individu apa adanya,

·Memberikan kepercayaan untuk berkreasi dan berkembang,

·Mendorong pengembangan kreativitas,

·Mengadakan dan mengusahakan evaluasi yang tidak mengancam dan tersembunyi,

·Memberikan pengertian dan berempati.

§Kebebasan psikologis

Dapat dilakukan dengan cara mengizinkan, memberikan kesempatan untuk dapat dengan bebas dalam mengekspresikan secara simbolis pikiran, perasaan.

vTeori Proses Kreatif

oTeori Wallas

Salah satu teori tradisional yang sampai sekarang banyak dikutip ialah teori Wallas yang dikemukakan dalam buku The art of Thought (Piirto dalam www.labschool-unj.sch.id/smpjkt/materi_download.php?id=7), yang mengatakan bahwa proses kreatif meliputi empat tahap yaitu: (1) persiapan, (2) inkubasi, (3) iluminasi, (4) verifikasi.

Pada tahap pertama, seseorang mempersiapkan diri untuk memecahkan masalah dengan belajar berpikir, mencari jawaban, bertanya kepada orang, dan sebagainya.Pada tahap kedua, kegiatan mencari dan menghimpun data atau informasi tidak dilanjutkan oleh individu.Tahap inkubasi ialah tahap di mana individu seakan-akan melepaskan diri sementara dari masalah tersebut, tidak memikirkan masalahnya secara sadar, tetapi menaruhnya ke alam pra sadar.Tahap iluminasi ialah tahap timbulnya “insight” dimana timbul inspirasi atau gagasan baru, beserta proses-proses psikologis yang mengawali dan mengikuti munculnya inspirasi atau gagasan baru.Tahap verifikasi atau tahap evaluasi ialah tahap dimana ide atau kreasi baru tersebut harus diuji terhadap realitas memerlukan pemikiran yang kritis dan konvergen.

oTeori Belahan otak kanan dan kiri

Proses pemikiran untuk menyelesaikan masalah secara efektif melibatkan otak kiri atau otak kanan dengan mengombinasikan pemikiran logis dan kreatif dimana otak kiri memainkan peranan dalam pemrosesan logika, kata-kata, matematika, sedangkan otak kanan berurusan dengan irama, rima, musik, gambar, dan imajinasi (www.labschool-unj.sch.id/smpjkt/materi_download.php?id=7).

Bagan Proses Pimikiran Otak

Otak Kiri

Otak Kanan

  • Vertikal
  • Kritis
  • Strategis
  • Analistis
  • Lateral
  • Hasil
  • Kreatif

Keterangan:

vBerpikir Vertikal

oAdalah Suatu proses bergerak selangkah demi selangkah menuju tujuan.

vBerpikir Lateral

oAdalah melihat permasalahan dari beberapa sudut atau aspek.

vBerpikir Kritis

oAdalah berlatih atau memasukkan penilaian atau evaluasi yang cermat.

vBerpikir Analitis

oAdalah proses memecahkan masalah atau gagasan dengan mengujinya, melihat kecocokan gagasan, dan mengeksplorasi gagasan, serta mengombinasikan dengan cara-cara yang baru.

vBerpikir Strategis

oAdalah mengembangkan strategi khusus untuk perencanaan dan arah operasi-operasi skala besar dengan melihat proyek dari beberapa aspek.

vBerpikir tentang Hasil

oAdalah meninjau tugas dari perspektif solusi yang dikehendaki.

vBerpikir Kreatif

oAdalah memecahkan masalah dengan menggunakan kombinasi dari semua proses.

vTeori Produk Kreatif

vDaftar Pustaka

Afifa, Nindah Nur. (2007). Peran seni dalam mengembangkan kreatifitas siswa. http://media.diknas.go.id/media/document/5465.pdf.

Basuki, Heru. (2010). Teori-Teori Mengenai Kreativitas. http://v-class.gunadarma. ac.id/ mod/resource/view.php?id=15524.

Munandar, Utami. (2002). Kreativitas dan keberbakatan strategi mewujudkan potensi kreatif dan bakat. http://www.maindexchange.com/index2.php?option=com_ docman& task=doc_view&gid=99&Itemid=28.

www.labschool-unj.sch.id/smpjkt/materi_download.php?id=7.


Previous Next

2 Responses (+add yours?)

  1. ucoxxxx
    Apr 05, 2011 @ 17:03:14

    trimz mbak tyas, i get what i’m looking for…
    success always for you ,,,

  2. Rodger Lindow
    May 16, 2012 @ 05:42:12

    Great post. I individually want flash participant 2010 was the standard as I detest all of the new updates. How do you think the new versions of flash player review to flash player 2010? I was studying about Flash Player 2010 and definately continues to be my preference.

Leave a Reply

Stop censorship